Laman

Rabu, 24 Juni 2015

Kesenian Dongkrek Asli Caruban,Madiun


              seni dongkrek bermula dari bunyi yang ditimbulkan oleh paduan alat musik tradisional doa yang mengiringinya. Yakni bunyi kotoran berasal dari beduk atau kendang murah krek dari alat musik yang disebut Korek. Alat musik ini berupa kayu berbentuk bujur Sangkar, di sisinya ada tangkai satu kayu bergerigi yang berbunyi krek apabila digesek. Dari perpaduan bunyi doa itulah lantas masyarakat menyebut kesenian ini dengan nama dongkrek. Perpaduan bunyi itu digunakan Raden Ngabehi Lo untuk mengusir setan Prawirodipuro yang menimbulkan wabah bencana alam sekitar tahun 1867 di Mejayan. pad saat itu, sebagian warga diserang wabah penyakit dalam, meninggal dunia dalam waktu singkat, hasil pertanian sangat murah karena terjadi paceklik.
                Dalam kesenian dongkrek perkembangannya juga menggunakan alat musik lainnya seperti gong besi, gong kempul, kenong, kentongan, dan kendang. Penggunaan alat musik ini dipengaruhi perpaduan antar budaya, seperti Islam, Cina, dan kebudayaan masyarakat Sumatera.
              Pada tiap pementasan dongkrek, ada Tiga topeng yang digunakan para penari. Ada topeng raksasa atau Buto, istilah yang bermuka seram. Ada topeng perempuan yang sedang mengunyah kapur sirih melambangkan yang cibiran, serta orang tua topeng sebagai lambang kebajikan.
            Ketika atraksi digelar, kesenian ini menunjukkan fragmentasi pertarungan seru dalam kehidupan antara kebaikan melawan kejahatan. Ada orang bajik bertarung dengan buto yang hendak menusukkan keburukan dengan cara mencibir niat-niat jelek (wanita Bertopeng). Sekelompok pihak lainnya mentasbihkan doa-doa keselamatan (pemusik). Dan begitu seterusnya, nyaris tanpa henti. Akhirnya, kemenangan selalu menyertai kebajikan yang ditegakkan dimuka bumi. 



Sumber : Klik disini
budi nofianto Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar